RSS Feed

19 July 2010

Teori Normatif

Teori normatif berusaha menjelaskan bagaimana seharusnya akuntansi dipraktikkan. Menurut Nelson (1973) dalam literatur akuntansi teori normatif sering dinamakan teori apriori (artinya dari sebab ke akibat, atau bersifat deduktif). Alasannya teori normatif bukan dihasilkan dari penelitian empiris, tetapi dihasilkan dari kegiatan “semi-research”. Teori normatif hanya menyebutkan hipotesis tentang bagaimana akuntansi seharusnya dipraktikkan, tanpa menguji hipotesis tersebut.

Perumusan akuntansi normatif mencapai masa keemasan pada tahun 1950 dan 1960an. Selama periode ini perumus akuntansi lebih tertarik pada rekomendasi kebijakan dan apa yang “seharusnya” dilakukan, bukan apa yang sekarang dipraktikkan. Teori normatif periode ini berkonsentrasi pada: a) penciptaan laba sesungguhnya (true income) selama satu periode akuntansi. True income berkosentrasi pada penciptaan pengukuran tunggal yang unik dan benar untuk asset dan laba (tidak ada kesepakatan terhadap apa yang dimaksud dengan pengukuran nilai dan laba yang benar). Kebanyakan literatur pada periode ini berisi perdebatan akademik tentang kebaikan dan kelemahan masing-masing sistem dan b) decision-usefulness. Pendekatan decision-usefulness menganggap bahwa tujuan dasar akuntansi adalah membantu proses pengambilan keputusan dengan cara menyediakan data akuntansi yang relevan atau bermanfaat. Pengujian terhadap kemanfaatan informasi didasarkan pada reaksi pragmatis psikologis pemakai terhadap data dan semua pemakai laporan keuangan memiliki kebutuhan yang sama terhadap data akuntansi.

Teori akuntansi normatif mendasarkan konsep ekonomi klasik tentang laba dan kemakmuran (wealth) atau konsep ekonomi pengambilan keputusan rasional. Teori ini disebut juga teori pengukuran akuntansi. Teori normatif didasarkan pada anggapan berikut : akuntansi seharusnya merupakan sistem pengukuran; laba dan nilai dapat diukur secara tetap; akuntansi keuangan bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi; pasar tidak efisien dalam pengertian ekonomi); dan ada beberapa pengukur laba yang unik. Meskipun demikian, anggapan tersebut jarang diuji melalui penelitian empiris. Pendukung teori ini biasanya menggambarkan sistem akuntansi yang dihasilkan sebagai sesuatu yang ideal dan merekomendasikan penggantian sistem akuntansi kos histories.

0 comments: